Kamis, 02 Mei 2013

MENSYUKURI NIKMAT SEHAT




Kasi Tuud Bintaldam VI/Mlw

Jika kita hitung nikmat yang diberikan Tuhan kepada kita, pasti kita tidak akan bisa membilangnya. Sangat banyak, nikmat yang kita terima, disadari atau tidak. Persoalannya bersyukurkah kita akan nikmat tersebut ? Sebagai contoh, nikmat sehat. Kita baru sadar pentingnya kesehatan, jika sudah terbaring sakit, harus opname di rumah sakit. Kita baru ngeh  kalau sudah sakit tidak bisa beraktifitas lagi. Namun ketika sudah sehat kembali, kita tidak ingat lagi pentingnya sehat. Makan minum seenaknya, tidak mempedulikan waktu istirahat, melewatkan waktu sehat dengan hal yang sia sia. Jadi bagaimanakah seharusnya cara mensyukuri nikmat sehat ini ?

Nikmat sehat, adalah nikmat yang paling penting. Jika badan sehat, beraktifitas apapun pasti bisa. Belajar, berolahraga, beribadah, rekreasi,dll. Tapi sering kita lupa bagaimana cara mensyukurinya. Ada orang bilang, ya sudah, cara bersyukur ya mengucap alhamdulillah sudah cukup.  Ya, itu betul, itu cara bersyukur secara lisan. Namun mungkin yang kurang atau sering dilupakan adalah syukur secara perbuatan. Yaitu menggunakan badan yang sehat itu untuk kebaikan bukan kemaksiatan kepada Allah. Mengajak seluruh anggota tubuh dalam ketaatan kepada Allah dan Rasulnya. Untuk beraktifitas yang positif. Jangan budayakan sifat malas. Malas belajar, malas bekerja, malas membantu orangtua, malas mengajar. Malas merupakan tindakan yang tidak mensyukuri nikmat sehat. malas merupakan Kufur nikmat.

Namun Allah sangat sayang kepada kita. Kalau kita tenggelam dalam kemaksiatan atau kemalasan, atau dalam perbuatan yang buruk, Allah memberikan kado sakit kepada kita. Dalam sakit kita akan ingat bahwa kematian itu dekat, dapat datang kapan saja. Dalam sakit, kita jadi tahu pentingnya sehat. Dalam sakit, akan diangkat dosa dosa kita,jika ikhlas menjalaninya. Ikhlas memahami bahwa semua nikmat sehat ataupun sakit adalah bentuk kasingsayang Allah kepada kita. Dengan bersanding dengan penyakit, kita jadi terketuk hati untuk selalu dalam kebaikan karena selalu ingat akan mati. Dengan bersanding dengan penyakit, kita jadi ingat tugas kita di dunia ini adalah mencari bekal sebanyak banyaknya untuk akhirat kita. Maka, mari kita syukuri nikmat sehat dengan fokus berbuat baik, enyahkan segala yang buruk,dan yang penting, selalu berusaha menjadi lebih baik dari sebelumnya. Ada ungkapan mengatakan, "hari itu hanya ada 3, kemarin, sekarang, dan esok. Maka barangsiapa hari sekarang tidak lebih baik dari kemarin dan hari esok tidak lebih baik dari sekarang, maka orang itu termasuk orang orang yang merugi". Sungguh, kita ingin beruntung bukan? Mari Syukuri nikmat sehat ini dengan selalu berusaha dalam ketaatan. Bukankah Jika kita bersyukur maka akan ditambah nikmat kita? .


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Benderaku

Benderaku